Artikel, Blog, Google Analytics

5 Pendekatan Disiplin Google Analytics: Pendekatan Reaktif

Jika pada pendekatan proaktif mengajukan pertanyaan mengenai dukungan atau bantahan terhadap ide gagasan dan keyakinan Anda terhadap keberhasilan situs melalui data yang tersedia, pada pendekatan reaktif ini berbicara mengenai bagaimana menanggapi data. Dengan kata lain, data Google Analytics akan memberitahu Anda apa yang telah terjadi, dan Anda harus memberikan reaksi terhadap data tersebut untuk mempertahankan keberhasilan situs Anda.

Pendekatan #1 – The Behavior Flow

Semua orang pastinya menyukai alur grafik data yang baik. Dan laporan the Behavior Flow pada Google Analytics menyediakan gambaran yang baik mengenai alur perilaku pengunjung pada website Anda. Mengapa ini penting? Karena hal ini menyoroti area yang mungkin terlewat, terjadi kesalahan, atau tidak bekerja dengan baik sehingga membutuhkan perhatian segera. Selain itu untuk menyoroti area yang bermasalah dan area yang paling menarik untuk kebutuhan perbaikan dan peningkatan desain web, halaman, dan konten Anda.

Ketika sudah masuk ke Google Analytics, klik Behavior > Behavior Flow, kemudian akan muncul informasi mengenai bagaimana pengunjung berpindah dari satu halaman ke halaman situs yang lain (termasuk entri mereka pada bagian referral atau login), alur yang berbeda akan mengarah pada tujuan akhir yang berbeda, dimana mereka meninggalkan website Anda, dan masih banyak lagi.

Perhatikan perilaku pengunjung Anda sejak mereka memasuki website hingga keluar. Ikuti leads-nya. Jika Anda sudah memhaminya, maka akan membantu Anda membuat konversi dari perjalanan mereka dengan mudah dan lebih cepat.

Pendekatan #2 – Event Tracking

Event tracking memungkinkan Anda mengumpulkan informasi mengenai sikap pengunjung pada website Anda, seperti menonton video, memberikan rating, klik icon atau tombol, meninggalkan komentar, mengunduh file, dan aktivitas lain yang berkaitan dengan keterlibatan dalam website Anda. Gunakan event tracking code generator untuk mempermudah Anda dalam membuatnya, atau Anda dapat bekerjasama dengan seseorang yang ahli coding.

Setelah Anda selesai melakukannya, telusuri postingan yang menghasilkan komentar terbanyak, sering diberi rating oleh pengunjung, sering memberikan informasi kontak mereka, video mana yang paling sering mendapatkan view terbanyak, dan berapa kali infografik Anda diunduh oleh mereka setiap minggunya. Data yang dapat menjelaskan hal tersebut akan membantu Anda dalam mengatur strategi pemasaran, kebijakan bisnis, perencanaan konten, dan pada dasarnya semua yang berkaitan dengan tujuan dan website Anda.

Pendekatan #3 – Channels

Anda perlu berfokus pada saluran atau channel yang mengarah pada trafik. Pergi ke Acquisition > All Traffic > Channels, dan Anda akan melihat semua informasi mengenai pencarian organik, media sosial, email, afiliasi, referral, iklan display, dan pencarian berbayar Anda. Periksa bounce rate dan conversion rate, saluran mana yang bekerja dengan baik? Dan mengapa Anda berpikir demikian? Mungkin ada saluran lain yang seharusnya ada dalam Google Analytics Anda.

Pendekatan #4 – Exit Pages

Sama pentingnya dengan pengetahuan tentang asal pengguna mengunjungi website Anda, Anda juga perlu mengetahui pada halaman situs yang mana mereka meninggalkan website Anda. Google Analytics akan membantu Anda, dengan pergi ke Behavior > Site Content > Exit Pages. Jika Anda sudah mengetahuinya, pertimbangkan untuk membuat CTA yang lebih baik.

Cermati konten pada halaman Anda yang memiliki exit rate lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Mungkin Anda perlu mencantumkan testimoni, data dari sumber yang terpercaya, ulasan konsumen, atau hal lain yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap informasi yang Anda sajikan di website.

Pendekatan #5 – The Funnel Visualization

The Funnel Visualization dapat ditemukan di Conversions > Goals > Funnel Visualisation, menunjukkan dengan cepat dan mudah jumlah pengunjung yang menelusuri setiap halaman di saluran Anda dan untuk mengetahui seberapa efektif keseluruhan saluran Anda. Dan tentu saja ini dapat dilakukan jika Anda sudah menentukan tujuan pada Admin > View > Goals dan aktifkan fitur Funnel.

 

Dan itulah seni dari Google Analytics. Pada intinya terdapat 4 kategori untuk menganalissi data, yaitu:

  • Pengguna – Siapa pengguna sasaran Anda dan apa minat mereka?
  • Akuisisi – Saluran, sumber, atau informasi apa yang mengarah ke trafik?
  • Perilaku – Apa saja yang dilakukan pengunjung pada website Anda? Bagiamana mereka terlibat, berinteraksi, dan menggunakannya?
  • Konversi – Apakah meningkat atau menurun? Apakah mencapai target konversi Anda?

Ada banyak data yang perlu dianalisis. Beberapa diantaranya lebih penting daripada yang lain, jadi tergantung pada pendekatan Anda dalam memahaminya. Jika Anda ingin menggunakan lebih dari satu pendekatan atau mencampurnya, tidaklah masalah selama dapat menghasilkan dampak yang baik bagi website dan bisnis Anda.

Jadi, bagaimana cara Anda dalam menggunakan Google Analytics? Apakah Anda menggunakan pendekatan yang proaktif atau reaktif? Berikan jawaban Anda pada kolom komentar.